MARHAENISME Sebagai Ideologi

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

MARHAENISME SEBAGAI IDEOLOGI

(Sudaryanto)

DIPERSIAPKAN SEBAGAI BAHAN KURSUS MARHAENISME PERGERAKAN KEBANGSAAN SEMARANG, APRIL-MEI 2009

IDEOLOGI ITU KEYAKINAN

Ideologi adalah seperangkat keyakinan dan/atau ketidak-yakinan yang berorientasi pada tingkah laku (an action oriented set of beliefs and/or disbeliefs).

Atau dengan kata lain, sistem pemikiran yang terkandung dalam ideologi itu menghasilkan perbuatan. Kalau sistem pemikiran itu tidak menghasilkan perbuatan berarti bukan ideologi, melainkan hanya merupakan proyeksi angan-angan atau keinginan saja.

“Sosio demokrasi” atau “marhaenisme menolak kapital-isme”, misalnya, baru menjadi ideologi, dan bukannya utopia, kalau mampu dijelmakan dalam tindakan.

UNSUR-UNSUR IDEOLOGI

Ideologi sebagai seperangkat faham atau keyakinan yang menyeluruh dan terpadu mengandung unsur-unsur sebagai berikut : (1) Ada pandangan kompre-hensif tentang manusia dan dunia serta alam semesta dimana manusia itu hidup. Ada faham menyeluruh di bidang antropologi, sosiologi, dan politik. (2) Ada rencana penataan kehidupan sosial dan kehidupan politik, berdasarkan butir 1. (3) Ada kesadaran dan pencanangan, bahwa realisasi rencana yang tertera pada butir 2 membawa perjuangan dan pergumulan yang menuntut perombakan dan perubahan.

Karena itu ideologi sering menggunakan istilah-istilah seperti pergolakan, perjuangan, peperangan, sasaran, strategi, dan sejenisnya. (4) Ada usaha mengarahkan masyarakat untuk menerima secara yakin perangkat faham serta rencana kerja yang diturunkan dari perangkat faham tersebut. Ideologi menuntut loyalitas dan keterlibatan dari pengikutnya. (5) Ada usaha menjangkau lapisan masyarakat seluas mungkin, walaupun diandalkan sekelompok kecil inti, yang merupakan otak pemikir. Jadi ada massa dan ada kader.

Kalau disederhanakan, di dalam sebuah ideologi sekurang-kurangnya harus terkandung: (1) interpretasi (tentang eksistensi atau “sangkan paran” kelompok yang menganut ideologi terse-but, (2) etika (tentang mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk), dan (3) retorika (sebagai ajakan untuk bertindak berdasarkan keyakinan atau faham yang tertera dalam 1 dan 2).

MARHAENISME SEBAGAI IDEOLOGI

Marhaenisme, seperti yang dapat dibaca dalam Thesis Partai Indonesia 1933, memenuhi syarat sebagai sebuah ideologi apabila dibaca sebagai satu kesatuan dengan tulisan-tulisan Bung Karno yang berhubungan dengan itu, khususnya tulisan-tulisan beliau pada paruh kedua 1920-an dan awal 1930-an.

Sayangnya, tidak ada partai atau organisasi penganut Marhaenisme yang melakukan sistimitasi terhadap tulisan-tulisan Bung Karno tersebut menjadi satu kesatuan yang menyeluruh dan terpadu.

Disarankan untuk dibaca : “Indonesia Menggugat” dan beberapa tulisan di dalam “Dibawah Bendera Revolusi” sebagai berikut : “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme”, “Swadeshi dan massa-aksi di Indonesia”, “Demokrasi-politik dan demokrasi-ekonomi”, “Kapitalisme bangsa sendiri?”, “Sekali lagi tentang sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi”, “Non-cooperation tidak bisa mendatangkan massa-aksi dan machtsvorming?”, “Azas; azas-perjoangan; taktik”, “Mencapai Indonesia Merdeka”, “Indonesia versus fasisme”, “Beratnya perjoangan melawan fasisme”, dan “Fasisme adalah politiknya dan sepak terjangnya kapitalisme yang menurun” ***



Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web

0 komentar :

 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

bukan blog koruptor

perangi korupsi
dari dirimu sendiri
©  Grunge Theme Copyright by Paguyuban NASIONALIS Kab Malang | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks